Pada hari Kamis, 26 September 2024, bertempat di Aula GKB A20 Lt 9 Universitas Negeri Malang UPT lapasila UM telah menyelenggarakan kegiatan Santiaji Nasional Pancasila mengangkat tema “Gerakan Mahasiswa dan Tantangan Menjaga Demokrasi serta Kedaulatan Konstitusi.” Seminar ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Negeri Malang dan beberapa perwakilan BEM Malang Raya yang antusias membahas peran mereka dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan konstitusi di tengah tantangan zaman modern.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos, M.Si (Ketua UPT Lapasila UM ), yang menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam proses demokrasi. Pemateri pertama, Nugroho Prasetyo Adi mengupas fenomena gerakan mahasiswa yang sering muncul sebagai respons terhadap isu-isu sosial dan politik terkini. Ia menunjukkan bagaimana berita-berita terkini dapat memicu mahasiswa untuk turun ke jalan, menuntut perubahan dan transparansi dari pemerintah. Nugroho menekankan pentingnya mahasiswa untuk tetap kritis dan mengedukasi diri sendiri sebelum mengambil tindakan, agar gerakan yang dilakukan dapat berdampak positif bagi masyarakat. Pemateri kedua Norah Titing Anugrah, membahas beban yang ditanggung mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun mahasiswa sering diharapkan untuk menjadi motor perubahan sosial, mereka juga menghadapi tantangan berat dalam mengurus biaya kuliah dan kehidupan sehari-hari. Norah menekankan perlunya dukungan yang lebih besar dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan mahasiswa dapat berkontribusi tanpa terbebani oleh masalah finansial.

Pemateri terakhir Dandi Laksono, membahas tantangan besar yang dihadapi generasi muda, terutama terkait dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menjelaskan bagaimana kebijakan- kebijakan dari pemerintah dengan memberikan kebebasan berinvestasi bagi swasta sehingga dalam hal ini akan menimbulkan dampak pergeseran pekerjaan dari manusia ke mesin dapat mengancam lapangan kerja dan mendorong mahasiswa untuk beradaptasi dengan keterampilan baru. Dandi mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi era industri 4.0 dengan meningkatkan kemampuan digital dan inovasi.
