Pada hari Selasa, 29 Oktober 2024, rombongan dari MGMP MTs se-Kabupaten Mojokerto melakukan kunjungan ke UPT Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang (UM). Kunjungan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang Peran Media dan Teknologi dalam Membangun Mental Kebangsaan yang disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka, yang menjadi fokus utama dalam pengembangan kurikulum pendidikan saat ini.

Sebagai bagian dari kunjungan ini, pihak rombongan juga mengajukan permohonan untuk memperoleh pendalaman materi lebih lanjut terkait Peran Media dan Teknologi dalam Membangun Mental Kebangsaan. Mereka berharap agar UPT Laboratorium Pancasila UM dapat memberikan pelatihan, workshop, atau seminar terkait teknik dan metode yang dapat diadopsi oleh tenaga pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif sesuai dengan kerangka Kurikulum Merdeka. Bertindak sebagai Pemateri pada kegiatan ini adalah Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si dan (Dosen Prodi HKn). dalam pemaparannya beliau menyampaikan Peran Media dan Teknologi dalam Membangun Mental Kebangsaan adalah pendekatan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan minat setiap peserta didik. Konsep ini menekankan pada keberagaman di dalam kelas, baik dari segi cara belajar, kecepatan belajar, maupun materi yang diajarkan, agar setiap siswa dapat mencapai potensi maksimal mereka. Dalam konteks Pendidikan Pancasila, penerapan pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang relevan, efektif, dan dapat diterima oleh setiap siswa, terlepas dari latar belakang, gaya belajar, maupun tingkat pemahaman mereka.

Sedangkan pemateri selanjutnya adalah Alfian Fawaidil Wafa, M.Pd.(Dosen Prodi HKn) memberikan wawasan tentang aplikasi AI dapat membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan setiap siswa dengan cara yang lebih cepat dan tepat. Algoritma pembelajaran mesin (machine learning) yang digunakan dalam aplikasi pendidikan dapat menganalisis data siswa (misalnya nilai ujian, respons dalam latihan, atau interaksi dengan materi pembelajaran) untuk menyesuaikan materi dan strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan individu.