
Malang, 15 April 2025 – UPT Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang (Lapasila UM) bekerja sama dengan komunitas pendidikan alternatif Sekolah Bernama Rumah menyelenggarakan diskusi bertajuk “Rumah sebagai Ruang Merdeka Belajar: Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Keluarga.”
Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 15 April 2025, dan dihadiri oleh para akademisi, pendidik, mahasiswa, serta pegiat pendidikan alternatif. Diskusi ini mengangkat pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak, serta bagaimana rumah dapat menjadi ruang yang inklusif dan merdeka dalam proses belajar.
Dalam sambutannya, Ketua Lapasila UM Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si.menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkup terkecil masyarakat, yakni keluarga. “Rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga tempat belajar. Keteladanan, gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan bisa tumbuh subur bila dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Sekolah Bernama Rumah Suri Kusuma R. Dewi menekankan pentingnya pendekatan personal dan kontekstual dalam pembelajaran di rumah. “Kami percaya bahwa setiap rumah bisa menjadi ruang belajar yang merdeka, selama didukung oleh nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi sebagaimana yang diajarkan dalam Pancasila,” ungkapnya.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik. Acara ditutup dengan sesi refleksi bersama dan penyusunan rekomendasi kolaboratif antara institusi pendidikan formal dan komunitas pendidikan alternatif.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang terinspirasi untuk menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan rumah sebagai titik awal terciptanya masyarakat yang beradab dan berkeadilan.
