Malang, 30 April 2025 – Dalam rangka memperingati pentingnya nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika politik kontemporer, sebuah diskusi ilmiah bertema “Pancasila dalam Kepungan Populisme: Menimbang Etika Politik Demokrasi Perwakilan” digelar di [nama tempat/lokasi, jika ada].

Acara ini menghadirkan dua pembicara dari latar belakang akademik yang berbeda namun saling melengkapi, yakni Yuventia Prisca, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang (UM), dan Dr. Pius, dosen dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana Malang.

Dalam paparannya, Yuventia Prisca menyoroti bagaimana praktik populisme dalam politik Indonesia seringkali memanfaatkan simbol dan retorika Pancasila demi kepentingan elektoral semata. Ia menegaskan pentingnya literasi politik yang kritis agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam narasi populis yang mereduksi nilai-nilai dasar Pancasila.

Sementara itu, Dr. Pius menawarkan pendekatan filsafat etika dalam menilai praktik demokrasi perwakilan yang sedang berjalan. Ia mengajak peserta untuk merefleksikan kembali bagaimana Pancasila seharusnya menjadi fondasi moral dalam setiap pengambilan keputusan politik, bukan sekadar jargon tanpa implementasi nyata.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan pegiat masyarakat sipil, yang secara aktif terlibat dalam sesi tanya jawab. Para peserta menyambut baik inisiatif ini sebagai ruang refleksi kritis terhadap tantangan demokrasi Indonesia yang semakin kompleks.

Acara ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam membangun kesadaran politik yang berlandaskan etika dan nilai-nilai kebangsaan, khususnya di tengah menguatnya arus populisme yang kerap mengaburkan prinsip-prinsip dasar demokrasi.