Malang – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar kegiatan ilmiah bertajuk Diskusi Kebangsaan pada Jumat, 13 Juni 2025. Acara ini mengusung tema “Konsep Ketuhanan ala Bung Karno: Kajian Religiusitas dan Spiritualitas sebagai Pilar Kebangsaan”, sebagai upaya memperdalam nilai-nilai spiritual dan keagamaan dalam perspektif kenegaraan yang digagas oleh Bung Karno.

Kepala UPT Lapasila UM, Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari program rutin yang diadakan tiga kali setahun. “Tujuan kami adalah menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar dalam tataran formalitas, tetapi dalam pemahaman yang mendalam,” ungkapnya.

Tema ketuhanan dipilih untuk mengeksplorasi pemikiran Bung Karno terkait sila pertama Pancasila. Diskusi ini menyoroti pentingnya mengimplementasikan nilai ketuhanan secara konkret di tengah masyarakat yang masih menghadapi tantangan seperti maraknya korupsi. “Meski ritual keagamaan dijalankan, praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai ketuhanan masih sering terjadi. Kita perlu menghayati konsep ini lebih dalam,” tambah Akhirul.

Diskusi yang berlangsung di gedung B31 UPT Laboratorium Pancasila UM ini menghadirkan dua narasumber istimewa. Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., membuka diskusi dengan paparan historis dan filosofis mengenai pandangan Bung Karno terhadap sila pertama Pancasila. Sementara itu, Ahmad Dhofir Zuhry, M.Phil., pendiri STF Al Farabi, turut memperkaya diskusi dengan perspektif keilmuan dan pemikiran kontemporer terkait spiritualitas sebagai landasan berbangsa.

Acara ini dimoderatori oleh Nora Titahning Ayudha, S.Sosio., M.Si., yang memandu diskusi dengan penuh antusias dan mendalam, sehingga peserta mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya nilai religiusitas dalam membangun karakter dan jati diri bangsa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UPT Laboratorium Pancasila UM dalam merawat dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, sekaligus memperkuat pemahaman kebangsaan generasi muda melalui dialog dan kajian akademik.