•  

Semangat juang para pejuang kemerdekaan kembali digaungkan di kampus Universitas Negeri Malang (UM). Melalui kegiatan Kajian Pancasila bertema “Menggali Nilai Pancasila dan Perjuangan Veteran untuk Generasi Emas Indonesia”, UPT Laboratorium Pancasila UM menghadirkan kisah inspiratif dari para veteran. Acara ini berlangsung di Gedung Lapasila UM, Rabu (17/9/2025), dengan tamu kehormatan dari Legion Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Menjembatani Generasi Pejuang dan Generasi Muda

Kajian ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga wadah penting yang menghubungkan nilai perjuangan masa lalu dengan tantangan generasi kini. Para mahasiswa, akademisi, dan masyarakat diajak merefleksikan kembali peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa. Dialog lintas generasi yang terjalin menghadirkan semangat patriotisme yang semakin relevan di tengah derasnya arus globalisasi.

Kepala UPT Laboratorium Pancasila UM, Dr. Akhirul Aminulloh, dalam sambutannya menegaskan pentingnya meneladani jasa para pejuang.

“Kita perlu menghargai jasa para pejuang kemerdekaan dengan cara mencintai Indonesia dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai inilah fondasi membangun Generasi Emas Indonesia 2045,” tegasnya.

Kisah Inspiratif Veteran, Cermin Keteladanan Bangsa

Acara kemudian berlanjut dengan sesi dialog hangat yang dipimpin Ketua LVRI Karangploso, Machali. Para veteran berbagi pengalaman tentang pahit getir perjuangan mempertahankan kemerdekaan, serta bagaimana Pancasila menjadi pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Kisah-kisah mereka bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga inspirasi nyata bahwa perjuangan tidak berhenti pada merebut kemerdekaan. Semangat itu kini harus diwujudkan dalam pengamalan Pancasila pada seluruh aspek kehidupan. Kehadiran para veteran memberi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menyerap langsung nilai patriotisme dari pelaku sejarah,” jelas Akhirul.

Membumikan Pancasila di Tengah Dinamika Zaman

Menurut Akhirul, interaksi mahasiswa dengan veteran diharapkan dapat memperkuat rasa nasionalisme dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Apalagi, tantangan bangsa ke depan tidak lagi berupa senjata, melainkan persoalan globalisasi, disrupsi teknologi, dan ancaman perpecahan sosial.

“Kajian ini juga menjadi bagian dari komitmen UPT Laboratorium Pancasila UM dalam mengembangkan kajian kebangsaan, multikulturalisme, dan kearifan lokal. Dengan menghadirkan narasumber autentik seperti para veteran, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual, sistematis, dan relevan dengan realitas kebangsaan saat ini,” tekan Akhirul.

Momentum Merajut Kebangsaan Menuju Indonesia Emas

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga mempertegas peran Pancasila sebagai landasan karakter generasi penerus bangsa. Akhirul menegaskan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang bukan hanya unggul secara global, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan yang kuat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Akhirul nilai perjuangan veteran tidak lekang dimakan zaman. Sebaliknya, semangat itu terus hidup dalam diri generasi muda yang akan menjadi motor penggerak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kajian Pancasila kali ini menjadi momentum penting untuk merajut kembali nilai kebangsaan, memperkuat rasa cinta tanah air, dan meneguhkan keyakinan bahwa Pancasila adalah pedoman utama dalam perjalanan bangsa ke depan,” pungkas Akhirul.